Refleksi
ke-12 dan 13
Pascasarjana
Pendidikan Matematika kelas B
Matakuliah
Filsafat Ilmu
Dosen Bapak
Prof. Dr. Marsigit, MA.
Selasa, 29 Desember
2015 pukul 08.00 - 11.00 di ruang 1.01 Gedung Lama
Universitas
Negeri Yogyakarta (UNY)
TIPS UNTUK IKHLAS HATI
Hidup kalau ingin baik-baik yaitu
definisinya satu yaitu ikhlas terhadap diri sendiri. Secara ilmu syufi, maka
dari tuhan turun ke malaikat Jibril turun ke Nabi Muhammad SAW. Suatu ketika
ada pertanyaan kepada sahabat kepada Rasulullah SAW, sang sahabat ingin
mengerti tentang wajah Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, Beliaupun menjawab
kalau engkau ingin mengerti tentang wajahku maka tengoklah pada anak telinga
lubang anak saya, kata Rasulullah. Satu-satu sahabat melihat lubang telinga
anak Beliau dan ternya yang dilihat hanya lubang dan gelap. Hanya satu sahat
yang tidak mau melihat, dan ditanya kepada Rasullullah kenapa kau tidak menengok
seperti sahabat yang lain.
Abu Bakar Assiddikpun menjawab,
jangankan aku ingin melihat wajahmu, sedangkan aku tidak bertemu dengan
Rasulullah saja saya selalu melihat wajah Rasulullah. Baginda Rarulullah
langsung berkata kepada sahabat yang lain dan mendengarkan apa yang diucapkan
oleh Abu Bakar dan berkata inilah muridku yang paling cerdas dan mendefinisikan
ihklas itu seperti apa. Cara berguru
kepada nabi dan Rasul setelah meninggal yaitu dengan berguru kepada alim ulama
yang telah berguru, itulah ibarat pembawa wasilah nabi. Itulah sebabnya
walaupun Rasulluah sudah meninggal duni tetap kita bisa menyakininya, bisa
melaksanakan sunah-sunahnya.
Berbeda dengan guru agama yang
menuntun dan membimbing dalam kehidupan dunia dan akhirat. Setiap orang pasti
membutuhkan seorang guru, begitu juga dengan Baginda Nabi Besar Muhammad
SAW yaitu guru beliau malaikat Jibril
agar benar-benar ikhlas. Dan malaikat jibril tidak bisa berbuat apa-apa tanpa
kuasa dari Tuhan dan sebenar-benar guru dan guru absolut adalah Tuhan Yang Maha
Esa. Dalam konteks ini kalau sudah menata diri dalam keikhlasan maka tiadalah
sebenar-benar manusia itu mampu mengikhlaskan diri sendiri tanpa ada bantuan
dari Allah SWT. Kalau ihklas unsurnya malaikat dan kalau tidak ihklas unsurnya
syaitan, bisa juga dikatakan dengan buruk dan baik. Maka tiadalah orang yang
sebenar-benar mampu mengihlaskan diri sendiri kecuali dari kuasa Tuhan. Menjadi
sangat penting ikhlas itu, sebenar-benar hidup kalau ingin bahagia adalah
keikhlasan itu sendiri. Semua benda itu adalah keikhalasan, umpanyanya semen
dan besi yang selalu ikhlas sehingga menjadi bangungan yang kokoh.
Jawaban ini bersumber dari
pengalaman dan bukan bersumber dari guru spiritual dari Bapak Prof. Dr.
Marsigit, MA. Berdasarkan intuisi atau buah dari pengalaman, dimana merupakan
yang utama dari yang utama perikehidupan manusia mulai dari aktivitas,
peradaban, samapi spiritualitas dari lahir sampai mati. Berdasarkan pengalaman
mengenai ikhlas, kalau bisa diulang dan diungkap kembali seperti biasa kalau
dunia punya gurunya dan akhirat juga memiliki guru. Kalau guru di dunia banyak
dan terdapat di mana-mana dan dapat dicari diberbagai sumber dan mudah dicari,
berbeda dengan guru spiritual karena susah menemukan dan sulit untuk mencari
guru spiritual. Kalau guru di dunia tingkatannya terbatas, dimana durasinya
atau jangka waktunya terbatas, short term, medium term.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar