Pascasarjana
Pendidikan Matematika kelas B
Dosen Bapak
Prof. Dr. Marsigit, MA.
Selasa, 11 November
2015 pukul 07.30 - 09.10 di ruang PPG 1 gedung FMIPA
Universitas
Negeri Yogyakarta (UNY)
MENYIKAPI
REALITA KEHIDUPAN
Mengenai
Fenomena Compte, dengan adanya teknologi ada fenomena tecnopolly, menyerahnya budaya
di telapak kaki teknologi. Orang bisa merekayasa budaya baru untuk
kepentingannya. Semua orang mengikuti teknologi, memiliki hp baru kecuali orang
sufi. Oleh karena itulah, Indonesia termasuk darurat budi pekerti. Menterinya
aja diinterogasi KPK. Bagaimana bisa? menipu saja sudah dapat mobil atau yang
lain. Negara Indonesia itu digambarkan seperti anak ayam dan negara adikuasa
itu digambarkan oleh burung rajawali. Jadi, sekali saja anak ayam itu melawan,
akan terkena pukulan kaki burung rajawali. Artinya negara Indonesia itu masih
tergolong kecil dan kurang kuat.
Kemudian
setiap metode yang diterapkan itu dapat digunakan, hanya saha harus sesuai
dengan rauang dan waktnya. Sebagai manusia yang berakal kita harus benar –
benar bisa memilah – milah mana yang baik untuk diri kita, mana yang tidak baik
untuk diri kita. Semoga kita selalu ditunjukkan jalan yang benar dan selalu
diberikan kesehatan oleh Allah SWT untuk selalu bisa menjalankan semua yang
diperintahkan dan menjauhi larangannya. Filsafat itu intensif dan ekstensif.
Dipengaruhi oleh ada, pengada, dan mengada. Fenomena dalam negara kita ini
bermacam – macam. Menyikapi powernow pada saat ini kita harus menghadapi dengan
cara berfilsafat. Kita bisa meniru unsur dasar binatang, bukan kelakuan
binatang. Adapun yang namanya scientific, Metode scientific itu ukurannya
sepertiga dari dunia. Fenomena menukik, intensif itu meneliti. Ada fenomena
lain yaitu mendatar, misalkan hari rabu ini bertemu dengan hari rabu lagi.
Sedangkan fenomena powernow itu dengan fenomena linear namun tidak mengetahui
sampai mana garis tersebut. Adapun yang dibangun dalam diri kita, misalkan,
inner beauty, kecantikan dan doa.
Metode
saintifik yang dikembangkan di Indonesia dengan berbagai aspek seperti
mengamatai, bertanya, mencoba, mengkomunikasikan dan mengimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Mentode saintifik hanya bisa diterapkan pada hal
tertentu saja, tidak bisa diterapkan
pada proses percintaan, misalnya seorang laki-laki yang suka sama prempuan,
yang dalam saintifik dimulai dengan melihat dan mengamati gadis tersebut,
kemudian bertanya-tanya tentang sang gadis dan setelah mengetahui baru ingin
mencoba. Ini merupakan hal yang keliru, karena setiap perempuan tidak ingin
seperti itu. Metode saintifik yang sebenarnya ada aspek hipotesis dihilangkan
dari struktur. Hipotesis itu berpendapat, setelah berpendapat kemudian dicoba.
Jika memang metode saintifik aslinya seperti itu, kemudian diterapkan di negara
ini menjadi berubah sehingga Pemerintah itu dosanya berat karena berbohong
kepada rakyatnya. Metode pembelajaran itu harus diatur secara benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, tidak bisa sembarangan. Indonesia itu negara kecil dan
lemah, sehingga menjadi cabang powernow. Maka pejabat sekarang itu tidak
memperdulikan budi pekerti dan mementingkan diri sendiri. Satu sama lain bisa
saja saling menjajah, demokrasi hanyalah slogan namun uang tetap berjalan serta
korupsi merajalela.
Kecenderungan
powernow menaruh struktur spiritual di bawah. Barkley merupakan ujung tombaknya
powernow. Membangun itu adalah pilihan urusan dunia dan urusan akhirat. Auguste
compte memilih dunianya, bukan spiritualnya. Pada zaman orde baru pak Suharto
itu malah mengejar orang – orang yang berspiritual, termasuk yang sedang
diincar itu adalah Gusdur (Abdurrahman Wahid). Indonesia belum mempunyai misi
ke depan untuk 100 tahun. Dalam menangani pekerjaan, harus diimbangi dengan
kerja, pikir dan doa. Bukan hanya kerja saja. Maka dari itu, visi presiden
(kerja, kerja, kerja) masih harus dibenahi. Dunia sekarang itu dunia
persekongkolan. Tanpa persekongkolan akan kalah. Metode, media, sebuah alat
hedonisme, sesuatu yang bisa menyebabkan tidur, contohnya narkoba.
Beralih
pada individu, orang yang bersifat kaku itu tidak flexibel. Kesulitan menembus
ruang dan waktu. Kaku ini mungkin dia memiliki prinsip. Prinsip adalah postulat
dan sesuai konteks ruang dan waktunya. Misalnya, masuk rumah harus mencuci kaki
atau tangan dulu. Jika diterapkan absolut, bisa menjadi masalah, karena kaku
itu dimensinya tunggal, berusaha tertutup oleh ruang dan waktu. Sebenar –
benarnya orang kaku bisa disebut dengan orang yang bodoh daan tidak cerdas.
Pikirannya juga seperti batu dan tidak bisa melihat situasi dan kondisi. Oleh
karena itu, pentingnya komunikasi dan luwes (tidak kaku). Sehingga sopan yang
sebenarnya itu luwes serta bisa memahami orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar